Tweet oleh @ISSALahmad
Jumat, 30 November 2012
Minggu, 22 April 2012
VISI MISI SMAN 1 ANGGERAJA
VISI dan MISI
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; globalisasi yang sangat cepat; era informasi; dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memicu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. SMA Negeri 1 Anggeraja memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam Visi sekolah berikut:
VISI SMA NEGERI 1 ANGGERAJA
Menjadi sekolah yang unggul dalam IPTEK didasari Iman dan Taqwa menuju Sekolah Bertarap Internasional ( SBI )
Visi tersebut di atas mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian, sesuai dengan norma dan harapan masayarakat.
Untuk mewujudkannya, Sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam Misi berikut:
MISI SMA NEGERI 1 ANGGERAJA :
1. Menghasilkan lulusan yang cerdas dan kompetitif.
2. Mengembangkan kurikulum yang adaptif dan inovatif.
3. Melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
4. Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang mutakhir dan relevan dengan perkembangan kebutuhan siswa.
5. Meningkatkan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikanyang memiliki kinerja dan kompetensi yang mampu bersaing ditingkat Nasional.
6. Menjalankan mamajemen sekolah yang tangguh dan transparan.
7. Menggalang dana dari berbagai sumber
8. Melakukan sistem penilaian yang terukur dan berkelanjutan.
9. Menghasilkan kualitas siswa dalam penguasaan iptek dan memperoleh juara pada berbagai lomba dan berbagai bidang.
10. Membentuk perilaku siswa yang berbudi pekerti luhur.
11. Terpenuhinya standar untuk menjadi Sekolah Bertarap Internasional (SBI ).
Tujuan Sekolah
1. Pencapaian Standar Isi.
Menghasilkan kurikulum satuan pendidikan sesuai dengan muatan kurikulum, pengembangan RPP, bahan ajar, model pembelajaran dan panduan evaluasi hasil belajar.
2. Pencapaian Standar Proses.
Tersusunnya persiapan pembelajaran yang kondusif sesuai tuntutan kurikulum, pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta terlaksananya supervisi pembelajaran yang rutin dan berkelanjutan.
3. Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.
Meningkatkan perolehan nilai akademik sesuai dengan standar nasional, serta tercapainya kegiatan non akademik dengan hasil yang memuaskan pada semua tingkatan.
4. Pencapaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Meningkatnya kompetensi pendidik dan tenaga kependidikansesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan Sekolah Kategori Mandiri.
5. Pencapaian Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan baik secara kualitas maupun kuantitas yang memadai bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif.
6. Pencapaian Standar Pengelolaan Pendidikan.
Tercapainya efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pendidikan yangmenerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang dikembangkansesuai tuntutan KTSP, dengan berdasar pada RKS yang disusun oleh semua stakeholders.
7. Pencapaian Standar Penilaian Pendidikan.
Terlaksananya proses penilaian sesuai dengan prosedur, mekanisme, dan instrumen penilaian yang sesuai dengan SNI .
8. Pencapaian Standar Pembiayaan Pendidikan
Tercapainya biaya operasional pendidikan yang sesuai SNP secara teratur dan berkelanjutanserta pelaksanaan pembiayaan yang akuntabel, dan transparan, dipertanggungjawabkan pada setiap kegiatan dan pada setiap akhir tahun.
9. Pencapaian budaya dan lingkungan sekolah.
Terwujudnya peran serta dan dukungan masyarakat/orang tua dalam setiap kegiatan siswa baik akademik maupun non akademik, dengan tetap berkoordinasi dengan instansi vertikal dan instansi
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; globalisasi yang sangat cepat; era informasi; dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memicu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. SMA Negeri 1 Anggeraja memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang yang diwujudkan dalam Visi sekolah berikut:
VISI SMA NEGERI 1 ANGGERAJA
Menjadi sekolah yang unggul dalam IPTEK didasari Iman dan Taqwa menuju Sekolah Bertarap Internasional ( SBI )
Visi tersebut di atas mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian, sesuai dengan norma dan harapan masayarakat.
Untuk mewujudkannya, Sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam Misi berikut:
MISI SMA NEGERI 1 ANGGERAJA :
1. Menghasilkan lulusan yang cerdas dan kompetitif.
2. Mengembangkan kurikulum yang adaptif dan inovatif.
3. Melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
4. Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang mutakhir dan relevan dengan perkembangan kebutuhan siswa.
5. Meningkatkan sumber daya pendidik dan tenaga kependidikanyang memiliki kinerja dan kompetensi yang mampu bersaing ditingkat Nasional.
6. Menjalankan mamajemen sekolah yang tangguh dan transparan.
7. Menggalang dana dari berbagai sumber
8. Melakukan sistem penilaian yang terukur dan berkelanjutan.
9. Menghasilkan kualitas siswa dalam penguasaan iptek dan memperoleh juara pada berbagai lomba dan berbagai bidang.
10. Membentuk perilaku siswa yang berbudi pekerti luhur.
11. Terpenuhinya standar untuk menjadi Sekolah Bertarap Internasional (SBI ).
Tujuan Sekolah
1. Pencapaian Standar Isi.
Menghasilkan kurikulum satuan pendidikan sesuai dengan muatan kurikulum, pengembangan RPP, bahan ajar, model pembelajaran dan panduan evaluasi hasil belajar.
2. Pencapaian Standar Proses.
Tersusunnya persiapan pembelajaran yang kondusif sesuai tuntutan kurikulum, pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta terlaksananya supervisi pembelajaran yang rutin dan berkelanjutan.
3. Pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.
Meningkatkan perolehan nilai akademik sesuai dengan standar nasional, serta tercapainya kegiatan non akademik dengan hasil yang memuaskan pada semua tingkatan.
4. Pencapaian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Meningkatnya kompetensi pendidik dan tenaga kependidikansesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan Sekolah Kategori Mandiri.
5. Pencapaian Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan baik secara kualitas maupun kuantitas yang memadai bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif.
6. Pencapaian Standar Pengelolaan Pendidikan.
Tercapainya efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pendidikan yangmenerapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang dikembangkansesuai tuntutan KTSP, dengan berdasar pada RKS yang disusun oleh semua stakeholders.
7. Pencapaian Standar Penilaian Pendidikan.
Terlaksananya proses penilaian sesuai dengan prosedur, mekanisme, dan instrumen penilaian yang sesuai dengan SNI .
8. Pencapaian Standar Pembiayaan Pendidikan
Tercapainya biaya operasional pendidikan yang sesuai SNP secara teratur dan berkelanjutanserta pelaksanaan pembiayaan yang akuntabel, dan transparan, dipertanggungjawabkan pada setiap kegiatan dan pada setiap akhir tahun.
9. Pencapaian budaya dan lingkungan sekolah.
Terwujudnya peran serta dan dukungan masyarakat/orang tua dalam setiap kegiatan siswa baik akademik maupun non akademik, dengan tetap berkoordinasi dengan instansi vertikal dan instansi
sejarah SMA 1 ANGGERAJA
A. Pemikiran
Pada tahun 1950-an, dua tokoh dan bangsawan di tanah Duri pada khususnya dan kabupaten Enrekang pada umumnya, diilhami suatu pemikiran yang sangat progresif untuk memajukan pendidikan, khususnya bagi masyarakat Duri pada saat itu.
Kedua tokoh tersebut adalah:
1. Hj. Andi Marak Intan (Alm.) (Almarhuma)
2. DR. HC. H. Andi Sose
Melihat kenyataan yang ada, dimana tamatan SD dari Tanah Duri, pada umumnya mereka melanjutkan pendidikannya di luardaerah seperti: Pare-Pare, dan Makassar, bahkan sebagian besardari mereka harus menerima kenyataan yakni “PUTUS SEKOLAH”, hal ini disebabkan faktor biaya yang sangat terbatas dan kondisi keamanan yang tidak kondusif pada waktu itu..
Dengan dasar itulah beliau terpanggil untuk memprakarsai pendirian dan pembangunan SMA di Cakke meskipun dalam kondisi sarprasil yang sangat terbatas tetapi tidal mengurangi semangat beliau untuk melakukannya.
B. Penerimaan Siswa Baru
Pada akhir tahun pelajaran 1960 Sekolah Menengah Pertama (SMP)Cakke memulai menamatkan siswanya, dan memasuki awal tahun pelajaran 1961, Sekolah Menengah Atas (SMA) Cakke pertama kali menerima siswa baru, dimana tamatan perdana (SMP) Cakke diarahkan untuk masuk di SMA Cakke, dengan menempati Sekolah Dasar (SD) Cakke sebagai tempat belajar sementara, namun dalam waktu yang tidak terlalu lama siswa dipindahkan pada lokasi SMA yangsebenarnya yakni di PASARAN. Jadimereka sambil belajar juga mereka membantu penyelesaian gedung sebagai tempat belajar.
Perlu diketahui bahwa sejak tahun 1961 sampai dengan tanggal 24 Mei 1963, SMA Cakke berada dibawah koordinasi administratif dengan SMA Negeri Rappang Kabupaten Sidrap.
Pada tanggal 25 Mei 1963 SMA Cakke resmi menjadi SMA Negeri berdasarkan Surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 59/BK/1963, tanggal 25 Mei 1963.”yang diberi nama “SMA Negeri 229 Cakke” Kabupaten Enrekang, secara yuridis formal siswa SMA Cakke berubah status sebagai siswa SMA Negeri 229 Cakke yang sebelumnya berafiliasidengan SMA Negeri Rappang kabupaten Sidrap.
Adapun kronologis tamatan SMA Cakke dan SMA Negeri 229 Cakke adalah sebagai berikut:
1. Akhir tahun pelajaran 1963 dan 1964 serta 1965, ujian mereka diselenggarakan dengan bekerjasama dengan SMA NegeriRappang Kabupaten Sidrap.
2. Akhir tahun pelajaran 1966 sampai sekarang penyelenggaraan ujian dikelola sendiri oleh SMA Negeri 229 Cakke (sekarang SMA Negeri 1 Anggeraja).
C. Pengadaan Tenaga Edukatif
Secara teknis operasional, Hj. AndiMarak Intan (Alm.) telah mengoptimalkan segala tenaga dan kemampuan yang dimilikinya untuk mengupayakan pengadaan tenaga edukatif. Hal ini beliau menyadari benar bahwa tenaga-tenaga edukatif pada setiap lembaga pendidikan adalah salah satu komponen yang sangat penting untuk mencapai suatu keberhasilan khususnya dalam bidang pendidikan.
Adapun tenaga-tenaga edukatif yang digunakan pada masa itu umumnya didatangkan dari luar daerah, seperti Pare-Pare dan Makassar, bekerjasama guru SMP Cakke dengan Kepsek SMA 229 Cakke yang pertama dinakodai oleh MANCA, BA (Tahun 1960-1963); kemudian Drs. HASYIM(1964-1966); BACO BULU, BA. Pejabat kertaiker selama 6 bulan;Drs. GALIB ABU BAKAR (1967-1970);J. JUMA (1971) selama 1 tahun; H. MUHAMMAD THAYEB SALENGKE,BA. (1972-31 April 2000); Drs. ALIMIN (1 Mei 2000 -10 Nopember 2005); NURDIN RAMANG, S.Pd (11 Nopember 2005 sampai 31 Maret 2010); Drs. Mustapa (26 April 2010sampai sekarang).
Oleh karena mereka berdomisili diluar daerah dan kondisi keamanan yang tidak kondusif pada saat itu, demi kelancaran lalu lintas antara Cakke,Pare-Paredan Makassar, maka setiap hari senin dan kamis mereka (tenaga edukatif) diantar jemput dengan pengawalan aparat keamanan atas perintah Andi Sose, yang pada saat itu beliau menjabat sebagai Komandan Korem Pare-Pare.
Hubungannya dengan honorarium bagi semua tenaga edukatif di subsidi langsung secara pribadi oleh Hj. Andi Marak Intan (Alm.).
D. Pengadaan Sarana Dan Prasarana (Fisik)
Seiring dengan penerimaan siswa baru SMA Cakke tahun pelajaran 1961, juga dimulai pengadaan kayu sebagai kerangka bangunan darurat atau sementara untuk tempat belajar, maka didirikanlah sebanyak tiga lokal dengan rinciansebagai berikut:
1. Satu ruangan untuk kantor
2. Dua ruangan untuk belajar
Memasuki tahun kedua (tahun 1962) dimulailah peletakan batu pertama suatu bangunan permanen dengan rincian ruangansebagai berikut:
1. Satu ruangan kantor berlantai dua.
2. Tiga ruangan untuk belajar
Baik fisik bangunan maupun mobilernya seluruhnya telah rampung pada akhir tahun 1962. Kesemuanya ini dikelola oleh yayasan “MATA ALLO” yang dipimpin oleh Hj. Andi Marak Intan (Alm.) sendiri.
E. Orientasi Tamatan Pertama
Sebagaimana yang telah diuraikandiatas, bahwa di akhir tahun 1963SMA Cakke telah berhasil menamatkan siswanya yang pertama dengan koordinasi SMA Negeri Rappang.
Oleh Hj. Andi Marak Intan (Alm.) berinisiatif mengarahkan para lulusan perdana ini untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi khususnya sekolah Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN)di Makassar. Keinginan dan usaha keras beliau dapat menjadi kenyataan, dimana sebagian lulusannya berhasil menyelesaikan studinya pada Perguruan Tinggi yang bersangkutan dengan dengan prestasi yang gemilang dan terpanggil untuk mengabdikan diri di berbagai daerah sebagai abdi negera dan abdi masyarakat di Republik yang kita cintai ini.
Pada tahun 1950-an, dua tokoh dan bangsawan di tanah Duri pada khususnya dan kabupaten Enrekang pada umumnya, diilhami suatu pemikiran yang sangat progresif untuk memajukan pendidikan, khususnya bagi masyarakat Duri pada saat itu.
Kedua tokoh tersebut adalah:
1. Hj. Andi Marak Intan (Alm.) (Almarhuma)
2. DR. HC. H. Andi Sose
Melihat kenyataan yang ada, dimana tamatan SD dari Tanah Duri, pada umumnya mereka melanjutkan pendidikannya di luardaerah seperti: Pare-Pare, dan Makassar, bahkan sebagian besardari mereka harus menerima kenyataan yakni “PUTUS SEKOLAH”, hal ini disebabkan faktor biaya yang sangat terbatas dan kondisi keamanan yang tidak kondusif pada waktu itu..
Dengan dasar itulah beliau terpanggil untuk memprakarsai pendirian dan pembangunan SMA di Cakke meskipun dalam kondisi sarprasil yang sangat terbatas tetapi tidal mengurangi semangat beliau untuk melakukannya.
B. Penerimaan Siswa Baru
Pada akhir tahun pelajaran 1960 Sekolah Menengah Pertama (SMP)Cakke memulai menamatkan siswanya, dan memasuki awal tahun pelajaran 1961, Sekolah Menengah Atas (SMA) Cakke pertama kali menerima siswa baru, dimana tamatan perdana (SMP) Cakke diarahkan untuk masuk di SMA Cakke, dengan menempati Sekolah Dasar (SD) Cakke sebagai tempat belajar sementara, namun dalam waktu yang tidak terlalu lama siswa dipindahkan pada lokasi SMA yangsebenarnya yakni di PASARAN. Jadimereka sambil belajar juga mereka membantu penyelesaian gedung sebagai tempat belajar.
Perlu diketahui bahwa sejak tahun 1961 sampai dengan tanggal 24 Mei 1963, SMA Cakke berada dibawah koordinasi administratif dengan SMA Negeri Rappang Kabupaten Sidrap.
Pada tanggal 25 Mei 1963 SMA Cakke resmi menjadi SMA Negeri berdasarkan Surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 59/BK/1963, tanggal 25 Mei 1963.”yang diberi nama “SMA Negeri 229 Cakke” Kabupaten Enrekang, secara yuridis formal siswa SMA Cakke berubah status sebagai siswa SMA Negeri 229 Cakke yang sebelumnya berafiliasidengan SMA Negeri Rappang kabupaten Sidrap.
Adapun kronologis tamatan SMA Cakke dan SMA Negeri 229 Cakke adalah sebagai berikut:
1. Akhir tahun pelajaran 1963 dan 1964 serta 1965, ujian mereka diselenggarakan dengan bekerjasama dengan SMA NegeriRappang Kabupaten Sidrap.
2. Akhir tahun pelajaran 1966 sampai sekarang penyelenggaraan ujian dikelola sendiri oleh SMA Negeri 229 Cakke (sekarang SMA Negeri 1 Anggeraja).
C. Pengadaan Tenaga Edukatif
Secara teknis operasional, Hj. AndiMarak Intan (Alm.) telah mengoptimalkan segala tenaga dan kemampuan yang dimilikinya untuk mengupayakan pengadaan tenaga edukatif. Hal ini beliau menyadari benar bahwa tenaga-tenaga edukatif pada setiap lembaga pendidikan adalah salah satu komponen yang sangat penting untuk mencapai suatu keberhasilan khususnya dalam bidang pendidikan.
Adapun tenaga-tenaga edukatif yang digunakan pada masa itu umumnya didatangkan dari luar daerah, seperti Pare-Pare dan Makassar, bekerjasama guru SMP Cakke dengan Kepsek SMA 229 Cakke yang pertama dinakodai oleh MANCA, BA (Tahun 1960-1963); kemudian Drs. HASYIM(1964-1966); BACO BULU, BA. Pejabat kertaiker selama 6 bulan;Drs. GALIB ABU BAKAR (1967-1970);J. JUMA (1971) selama 1 tahun; H. MUHAMMAD THAYEB SALENGKE,BA. (1972-31 April 2000); Drs. ALIMIN (1 Mei 2000 -10 Nopember 2005); NURDIN RAMANG, S.Pd (11 Nopember 2005 sampai 31 Maret 2010); Drs. Mustapa (26 April 2010sampai sekarang).
Oleh karena mereka berdomisili diluar daerah dan kondisi keamanan yang tidak kondusif pada saat itu, demi kelancaran lalu lintas antara Cakke,Pare-Paredan Makassar, maka setiap hari senin dan kamis mereka (tenaga edukatif) diantar jemput dengan pengawalan aparat keamanan atas perintah Andi Sose, yang pada saat itu beliau menjabat sebagai Komandan Korem Pare-Pare.
Hubungannya dengan honorarium bagi semua tenaga edukatif di subsidi langsung secara pribadi oleh Hj. Andi Marak Intan (Alm.).
D. Pengadaan Sarana Dan Prasarana (Fisik)
Seiring dengan penerimaan siswa baru SMA Cakke tahun pelajaran 1961, juga dimulai pengadaan kayu sebagai kerangka bangunan darurat atau sementara untuk tempat belajar, maka didirikanlah sebanyak tiga lokal dengan rinciansebagai berikut:
1. Satu ruangan untuk kantor
2. Dua ruangan untuk belajar
Memasuki tahun kedua (tahun 1962) dimulailah peletakan batu pertama suatu bangunan permanen dengan rincian ruangansebagai berikut:
1. Satu ruangan kantor berlantai dua.
2. Tiga ruangan untuk belajar
Baik fisik bangunan maupun mobilernya seluruhnya telah rampung pada akhir tahun 1962. Kesemuanya ini dikelola oleh yayasan “MATA ALLO” yang dipimpin oleh Hj. Andi Marak Intan (Alm.) sendiri.
E. Orientasi Tamatan Pertama
Sebagaimana yang telah diuraikandiatas, bahwa di akhir tahun 1963SMA Cakke telah berhasil menamatkan siswanya yang pertama dengan koordinasi SMA Negeri Rappang.
Oleh Hj. Andi Marak Intan (Alm.) berinisiatif mengarahkan para lulusan perdana ini untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi khususnya sekolah Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN)di Makassar. Keinginan dan usaha keras beliau dapat menjadi kenyataan, dimana sebagian lulusannya berhasil menyelesaikan studinya pada Perguruan Tinggi yang bersangkutan dengan dengan prestasi yang gemilang dan terpanggil untuk mengabdikan diri di berbagai daerah sebagai abdi negera dan abdi masyarakat di Republik yang kita cintai ini.
pendidikan bangsa
Pendidikan Bangsa Pengutang
PENDIDIKAN sejatinya adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan pembelajaran agarpeserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan
negara. Konsep ini menekankanbagaimana manusia terdidik mampu
mencerdaskan dirinya dan orang lain. Untuk itu, tepat rasanya konstitusi
memberikan amanah kepada negara untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Sebab bangsa cerdas dapat bergerakmaju mengembangkan ilmu pengetahuan
dan teknologi yang bermanfaat untuk kehidupan sekitarnya.
Usaha mencerdaskan bangsa Indonesia ditempuh pemerintahmelalui berbagai
macam cara. Salah satunya adalah menyediakan akses pendidikan yang murah
dan berkualitas. Mengapa ini penting? Sebab pendidikan sebagai ruh
utama kemajuan suatu bangsa merupakan hak dasar yang wajib diberikan
negara kepadasetiap Warga Negara Indonesia(WNI). Apalagi konstitusi
memberikan jaminan negara wajib mencerdaskan rakyat dan memberikan
alokasi anggaran untuk pendidikan sebesar 20 persen. Itu artinya
pemerintah pusat dan daerah wajib menyediakan kebutuhan anggaran untuk
memenuhi hakrakyat khususnya sektor pendidikan.
Ironisnya, realitas lapangan kadang tak seindah nilai ideal yang
diajarkan konstitusi. Fakta membuktikan bagaimananegara tidak pernah
serius mengembangkan dan membangun sistem pendidikan nasional. Kalangan
pemerintah yang seharusnya memberikan hak dan melindungi kepentingan
masyarakat terlihat lebih sibuk melepaskantanggung jawabnya. Mereka yang
dipilih rakyat dalam momentum pemilihan umum danmenjalankan demokrasi
belum banyak berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Kita masih dapat melihat bagaimana masyarakat miskin gagal mengecap
pendidikan. Kesenjangan dalam dunia pendidikan masih terjadi
melaluimekanisme kastanisasi yang cenderung diskriminatif. Pemerintah
secara nyata belum menerapkan solusi mengakar mengatasi krisis dalam
dunia pendidikan Indonesia. Adanya kebijakan internasionalisasi
pendidikan misalnya, hanya menghasilkan konsep pendidikan mahal yang
gagal terjangkau masyarakat kalangan menengah ke bawah.
Salah satu bentuk ketidakberpihakan pemerintah kepada masyarakat adalah
keinginan mengembalikan ruh Badan Hukum Pendidikan (BHP).Pemerintah dan
DPR berusaha keras mengesahkan RancanganUndang-Undang Pendidikan Tinggi
(RUU PT). Sebuah formulasi baru untuk mengaturpengelolaan perguruan
tinggi yang kental kepentingan asing.
Meski berusaha menjamin keberpihakan kepada masyarakat Indonesia, secara
nyata RUU PT masih belum menjawab kebutuhan masyarakat. Bagaimana
tidak, kebiasaan berutang diajarkan kepada mahasiswa sejak awal masuk
kuliah. Kebijakan itu tercermin dalam aturan mengenai pemenuhan hak
mahasiswa. Dalam aturan itu, pemerintah mengeluarkan opsi aneh yaitu
adanya mekanisme pinjaman/utang tanpa bunga kepada mahasiswa yang
dibayarkan setelah lulus atau memperoleh pekerjaan. Mekanisme utang
membuat negara bagaikan rentenir yangmengisap uang rakyatnya. Mahasiswa
Indonesia diajarkan berhutang sejak dini, mengikutijejak negara yang
“rajin” membuat proposal untuk mendapatkan dana hibah negara donatur.
Selain persoalan pinjaman kepada mahasiswa, negara juga bersifat
diskriminatif mengenai pembiayaan pendidikan. RUU PT mengatur bagaimana
pembiayaan pendidikan hanya difokuskan kepada pemerintah pusat. Anggaran
pendidikan 20 persen dibebankan kepada APBN. Tapi ironisnya, pemerintah
daerah tidak diwajibkan mendukung pendanaan pendidikan tinggi dari
APBD. Sebaliknya, pemerintah menyerahkan mekanisme pembiayaan pendidikan
kepada mahasiswa sesuai dengan kemampuan mahasiswa, orangtua mahasiswa,
atau pihak lain yang membiayainya. Artinya pemerintah setengah hati
membiayai pendidikan dan melanggar pasal 31 ayat 4 UUD1945 yang
mewajibkan negara membiayai pendidikan nasional. Kecilnya peran
pemerintah daerah juga menabrak UU Nomor 20 Tahun 2003 pasal 49ayat 1
yang menyatakan bahwa pembiayaan pendidikan selain gaji pendidikan dan
biayapendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari APBD.
Melemahnya peran strategis negara dalam pembiayaan pendidikan menandakan
kemalasan mengupayakan pendidikan murah dan berkualitas. Selama ini,
dana pendidikan lebih sibuk dihabiskan untuk dikorupsi berjamaah.
Fenomena “bancakan anggaran pendidikan” dapat terlihat jelas dari
lemahnya daya tawar Kemendikbud untuk mengatur dana pendidikan. Dana
pendidikan tidak terserap optimal karena harusdibagikan kepada banyak
kementerian dan lembaga pemerintahan. Kondisi diperparah minimnya
tekanan pemerintah pusat kepada pemda untuk mengalokasikan 20 persen
dana pendidikan dari anggaran APBD.
Melihat gejala tersebut, rakyat harus disadarkan dan melawan kebijakan
pendidikan agar tidak semakin liberal. Pemerintah dan DPR harus bersedia
menghapus pasal yang berujung komersialisasi dalam RUU PT. Jika mereka
bergeming, jangan salahkan jika masyarakat dan mahasiswa kembali
berjuang sebagai parlemen jalanan untuk merebut kembali haknyayang
terampas oleh negara. Sebab ranah pembiayaan pendidikan adalah otoritas
negara yang tidak boleh sepenuhnya dan seenaknya dilepaskan kepada
masyarakatIndonesia.
Peran Wanita dalam Kebangkitan Bangsa
cerita lucu
** PRAJURIT PEMBERANI
Tiga orang jenderal yang berasal dari Amerika, Rusia dan Indonesia sedang berjalan-jalan di kebun binatang Ragunan bareng anak buahnya.
Sesampainya di depan kandang singa, jenderal Amerika langsung pamer keberanian prajuritnya.
Jend Amerika : “Prajurit, cepat kamu masuk ke kandang singa itu dan ambilkan saya bulu ketek singa jantannya”
Prajurit : “Siap pak!”
Si prajurit Amerika pun langsung melompat ke kandang. Lima menit kemudian, ia kembali dengan tubuh penuh luka sambil membawa bulu ketek singa
Jend Amerika : “Tuh liat, anak buah saya berani dan hebat kan? Prajurit Amerika memang nomor satu”
Jend Rusia : “Prajurit Rusia lebih hebat. Prajurit, cepat masuk ke kandang singa dan cabut kuku jempol singa paling besar yang ada di sana”
Prajurit : “Siap pak!”
Si prajurit Rusia melompat ke kandang dan 10 menit kemudian dia kembali dengan tubuh berdarah dan tangannya buntung sambil membawa kuku jempol singa.
Jend Rusia : “Liat kan? Prajurit Rusia lebih berani”
Jend Indonesia : “Ah, prajurit kalia berdua gak ada apa-apanya dibandingkan dengan prajurit Indonesia. Prajurit, cepat masuk ke kandang singa, terus cabut kumis semua singa yang ada di situ”
Prajurit : “Apa??? Emaaak, kalau kasi perintah pakai otak dong! Kalau ke sana namanya cari mati tuh gak punya otak jadi atasan. Kamu saja yang masuk sendiri.
Jend Indonesia : “Tuh kan, prajurit saya yang paling berani. Di negara mana pun gak ada yang berani marah dan maki-maki jenderalnya sendiri?”
** ORANG BUTA DAN ANJINGNYA
Ada seorang buta tengah menuntun Anjing peliharaannya..lalu tiba tiba
si Anjing mengencingi kaki si Orang buta tsb...tapi si orang buta pun
malah memberi makanan sama Anjingnya..dan tak lama ada orang berkata yg
menyaksikan kejadiaan tersebut.
''Waah anda sayaang sekali dengan peliharaan anda...padahal dia beruu saja kencingi kaki anda..!
''oh tentu..ini saya beri makan agar sayaa tau dimana Posisi kepalanya dan saya mau tendang pantaatnya...! Jawabnya.
** 3 ORANG WANITA
Tiga orang perempuan sedang dalam perjalanan naik pesawat terbang.
Setengah jam setelah mengudara, pilot mengumumkan adanya gangguan dan
para penumpang diminta untuk mempersiapkan diri karena pesawat akan
mendarat darurat.
Perempuan pertama segera memakai semua perhiasannya, mulai dari kalung,
gelang, cincin dan giwang.Dengan pandangan tak mengerti kedua
perempuan yang lainnya bertanya apa maksud dari tindakannya tersebut.
“Dengan memakai semua perhiasan ini semua orang akan tahu kalau aku
kaya. Jadi mereka akan menolongku lebih dulu,” jawabnya.
Perempuan kedua segera membuka blus dan branya. Ketika yang lain
bertanya,ia menjawab, “Ketika regu penolong datang, mereka akan langsung
melihat betapa seksinya dadaku dan aku akan ditolong lebih dulu.”
Perempuan ketiga yang kebetulan berkulit sangat hitam melepaskan celana
luar dan dalamnya. Kemudian ia berkata, “Biasanya sih orang-orang akan
mencari kotak hitam lebih dulu.”
cerita sedih
* Kisah Sedih Di Penghujun Tahun
Sungguh….. bukanlah akhir yg mudah untuk dilalui.
Setiap orang pasti pernah dan akan merasakan kehilangan ataupun ditinggalkan oleh orang tersayang. Entah dengan cara apapun itu, pasti rasanya akan sangat menyakitkan!! Membuat galau dan luka yg mendalam di hati.
Bicara tentang cinta, emank gak pernah ada habisnya.
cinta..
Sungguh sulit untuk dimengerti. Penuh dg canda, tawa, marah, tangis & juga air mata. Cinta itu membahagiakan, tp ada kalanya cinta itu menyakitkan. Terutama bila kita harus kehilangannya.
Mungkin… saat kita putus cinta, kita akan menangis meraung2, mengurung diri selama beberapa waktu & tenggelam dalam kesedihan sambil mengutuk orang yang telah mematahkan hati kita. Tapi, setelah itu semua berlalu.. setelah kita merasa siap untuk memulai hari, kita bisa tersenyum lagi, dan bahkan mungkin saja kita bisa kembali menyapa orang itu tanpa rasa kebencian.
Akan tetapi….
Bagaimana bila kita harus kehilangan seseorang, cinta..untuk selamanya, tanpa kita bisa berjumpa lagi dengannya??!
Bila kita tak bisa ada bersamanya didetik2 terakhir dalam hidupnya… Terlebih lagi bila kita bahkan tak tahu bahwa orang yang kita cintai itu selama ini menutupi penyakitnya itu, dan baru mengetahuinya setelah ia tiada.
“Sungguh, menyayat hati…!!”
Itu lah yang sedang dialami oleh salah seorang sahabatku. Bukan hanya sekali, tapi ini sudah ketiga kalinya dalam hidupnya.
*terjadi secara berurutan*
Untuk pertama kalinya ia mengalami hal ini, ia masih bisa bersabar. Meskipun itu sangat berat, tapi ia mencoba tuk bertahan.
Kedua kalinya.. ia mulai bertanya, “Tuhan, mengapa ini semua terjadi padaku? Harus kah ini ku alami lagi?!”. Tapi dengan ketabahan dan dukungan dari lingkungan sekitarnya, ia pun akhirnya kembali bangkit. Meskipun dalam hati kecilnya terbesit ketakutan akan kehilangan cinta dengan cara yang sama lagi, namun ia tetap bertahan. Kembali mencoba tuk memulai hidup baru.
Akan tetapi…. kini, untuk ketiga kalinya. Ia kembali harus dihadapkan pada situasi yang sama!! Ia bahkan tak sanggup tuk berkata-kata lagi. Habis sudah rasanya, lenyap tak bersisa raganya. Pikirannya pun mulai melayang tak tentu ada di mana. Ia sedih, marah, dan kecewa. “Mengapa ini harus terjadi lagi?! Apakah salahku, hingga Tuhan menghukumku sedemikian rupa. Tak cukup kah 2 kejadian sebelumya!!”, kata-kata itu pun keluar dari mulutnya.
Hancur.. itu pasti. Ia merasa tak sanggup tuk bangkit lagi. Ia pun takut tuk menjalin hubungan lagi, termasuk dengan diriku..sahabatnya yang telah ia kenal sekian tahun! Ia bahkan berkata, “Apa sebaiknya kita menjaga jarak, karena aku nggak mau kehilangan satu orang yang kusayangi lagi!!”.
Ya, Tuhan….
Detik itu juga aku merasa kecewa atas kata-katanya. Namun seketika itu pula aku tersadar… betapa besar rasa sayang yang ia miliki untukku. Bersyukur aku telah mengenal dan memilikinya sebagai seorang sahabat.
Kini, tugasku lah untuk menenangkan hatinya, membuatnya bangkit dari keterpurukan. meskipun mungkin tak banyak yang dapat kulakukan, tapi aku akan berusaha untuk selalu ada disampingnya.
Sahabat…
Di mana pun kau berada, ingatlah…aku kan selalu ada untukmu. Kapanpun itu juga! dan, (mgkn terdengar klise).. tapi percayalah, Allah tak kan mungkin memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya..
Langganan:
Postingan (Atom)